Pujaan Hati


Kelam
Tak sedikitpun ku mengenalmu
Ntah dimana
Tak ku sadari kau tlah ada besertaku
Bersama kita lewati
Jalan baru dimulai
Untuk menggapai masa depan

Segelintir kata memberitahu
Keadaanmu yang besertaku
Kau ada
Tapi tak tampak
Kau tersirat dialam waktu

Entah dari mana datangnya
Kau tiba hadapanku
Tapi,
Apakah itu kau?
Kelabu melumuri mata

Sedetik
Semenit
Sejam
Sehari
Seminggu
Sebulan
Belum tiba setahun
Ku telah mengenalmu

Terpencit rasa yang mendalam
Meleleh rindu yang terbendung
Apa yang telah kau lakukan
Mataku tersandar wajahmu
Hatiku tlah teriris namamu
Jantungku menggelegar didekatmu

Kau
Yang ku kagumi
Yang ku suka
Yang ku rindu
Yang ku sayang
Yang ku cinta

Kau tahu
Ku sadari itu
Kau mngerti
Ku akui itu
Katakanlah padaku
Siapa dihatimu
Ungkapkanlah padaku
Kehadiran diriku

Belit-belit kata yang kau ucap
Tak dapat ku simpulkan
Kosong
Kau hanya berceloteh
Menyenangkanku
Hanya menciptakan harapku yang sia-sia

Cinta ku kini memuai
Hanyut mengalir tak kau ikati
Melayang-layang
Melambai-lambai
Berseru berharap tempat berlabuh

Cinta
Mengertilah keberadaanku
Sayang
Rasakanlah sesuatu yang berbeda pada diriku
Rindu
Rasukilah kedalam jiwaku
Kasih
Percayalah diriku hanya tercipta untukmu

Limpok, 29 Mei 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar